Kolaka – Sebagai upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika, PT Vale Indonesia Tbk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar edukasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) serta penanggulangan HIV bagi siswa di SMP Negeri 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang menyasar sekolah di wilayah pemberdayaan perusahaan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya narkoba dan dampaknya terhadap kesehatan serta masa depan mereka.
Senior Coordinator Safety and Emergency Response PT Vale IGP Pomalaa, Dery Nurjaya Putra, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui program edukasi yang menyentuh kalangan pelajar.
“Kami ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan edukasi, pemahaman, dan pengetahuan yang benar dari narasumber yang ahli di bidangnya,” ujar Dery Nurjaya.
Menurut Dery, perkembangan teknologi membuat pelajar mudah mengakses berbagai informasi dari internet dan media sosial. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai Napza maupun HIV.
Karena itu, PT Vale menghadirkan pemateri yang kompeten agar siswa memperoleh penjelasan yang akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi mereka sebagai pelajar tingkat SMP.
Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian Napza, jenis-jenis zat berbahaya, serta dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial. Perusahaan berharap peningkatan wawasan ini dapat menjadi benteng bagi para pelajar agar terhindar dari pengaruh buruk narkotika.
Kepala SMP Negeri 1 Pomalaa, Nurmadi, menyampaikan apresiasi kepada PT Vale yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.
Ia menilai sosialisasi bahaya narkoba sangat penting di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang mulai menyasar berbagai kalangan usia.
“Saat ini kami sebagai orang tua dan pendidik sangat khawatir dengan maraknya penyalahgunaan narkotika. Jika anak-anak sampai terjerumus, masa depan mereka akan rusak, termasuk kesehatan dan perkembangan otaknya,” kata Nurmadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar para siswa terus mendapatkan penguatan pengetahuan dan kesadaran untuk menjauhi narkoba.









