KOLAKA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi sebaran asap kategori sedang masih dapat terjadi di Kabupaten Kolaka dan sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tenggara pada 10–12 Oktober 2026.
Berdasarkan siaran pers Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari tertanggal 9 Oktober 2026, hasil pemantauan citra satelit Himawari-9 menunjukkan kabut asap terpantau di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya pada dini hari hingga pagi hari.
Kondisi tersebut berdampak pada penurunan jarak pandang hingga kurang dari 5 kilometer. Khusus di wilayah Kolaka dan sekitarnya, jarak pandang dilaporkan turun hingga kurang dari 3 kilometer.
Selain itu, kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2.5 di wilayah Kolaka, Bombana, Konawe Selatan, dan sekitarnya berada pada kategori sedang, yakni 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada dini hari hingga pagi hari. Kualitas udara diperkirakan membaik ke kategori baik pada siang hingga malam hari. BMKG menyebut pola tersebut berpotensi berulang selama beberapa hari ke depan.
BMKG juga mencatat hingga 60 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan sedang di wilayah Sulawesi Tenggara pada 9 Oktober 2026 pukul 00.00–13.00 WITA.
Berdasarkan pemantauan pola angin regional, angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan. Kondisi ini memungkinkan sebaran asap di Sulawesi Tenggara tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan.
BMKG menjelaskan, sebaran asap dari luar Sulawesi Tenggara berpotensi semakin pekat dan menyebabkan jarak pandang semakin pendek apabila terdapat kebakaran lahan di wilayah sekitar.
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami sebaran asap kategori sedang pada 10–12 Oktober 2026 meliputi Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela ketika asap mulai terasa pekat.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan agar mewaspadai penurunan jarak pandang yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan.









