Kolaka – Pihak pengembang perumahan yang mempekerjakan seorang pria lanjut usia (lansia) sebagai buruh bangunan akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menyebut sang pekerja berjalan kaki karena gajinya tidak dibayarkan.
Video yang beredar melalui akun Facebook “Atos Atos” memperlihatkan seorang pria lansia berjalan kaki sambil mendorong gerobak dari Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka menuju Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (19/5/2026).
Menanggapi video yang ramai diperbincangkan tersebut, pemilik perumahan, R membantah tudingan bahwa buruh lansia itu tidak menerima upahnya. Menurutnya, seluruh gaji pekerja tersebut telah dibayarkan melalui kepala tukang yang membawanya bekerja di lokasi proyek.
“Kalau persoalan gaji tidak dibayarkan itu tidak benar. Kami sudah membayarkan seluruh gajinya melalui kepala tukang kepada bapak tersebut,” ujar pemilik perumahan berinisial R.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki bukti pembayaran yang telah diserahkan kepada kepala tukang. Selain itu, kepala tukang yang bersangkutan juga telah mengonfirmasi bahwa upah buruh tersebut telah diberikan.
“Saya masih menyimpan bukti pembayaran kepada kepala tukang yang membawa bapak itu bekerja di sini. Kepala tukang juga sudah mengonfirmasi bahwa pembayaran kepada bapak tersebut telah dilakukan,” katanya.
Menurutnya, informasi yang berkembang di media sosial kemungkinan muncul akibat kesalahpahaman saat proses komunikasi yang terekam dalam video viral tersebut.
“Kemungkinan ada kesalahpahaman saat komunikasi dalam video tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, buruh lansia tersebut sebenarnya telah ditawari untuk pulang bersama rekan-rekannya menuju Bombana. Namun, tawaran itu ditolak dan yang bersangkutan memilih tetap tinggal di area basecamp perumahan.
“Sebenarnya bapak itu sudah ditawari pulang bersama kepala tukang dan pekerja lainnya. Namun beliau menolak dan memilih tinggal di basecamp. Keesokan harinya, beliau memutuskan pulang sendiri dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak seperti yang terlihat dalam video,” jelasnya.
Melalui pernyataannya, pihak perumahan berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang keliru di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan kronologi dan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.








