Jakarta – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) sekaligus politikus asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Haerul Saleh dikabarkan meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumahnya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum diduga terjebak di lantai 4 bangunan saat api melanda rumah tersebut. Kebakaran disebut pertama kali muncul di ruang kerja korban yang berada di lantai empat.
Mengutip laman detik.com, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan, saat kejadian korban berada di ruang kerjanya di lantai empat rumah jabatan tersebut.
“Jadi informasi, kebakaran adanya di lantai empat,” ujar Joko Adi kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, jenazah Haerul Saleh ditemukan di ruang kerja korban setelah api berhasil dipadamkan.
“Di lantai empat itu informasi ruang kerja korban,” jelasnya.
Usai dievakuasi, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, istri dan anak almarhum dilaporkan selamat karena tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Haerul Saleh dikenal sebagai putra daerah asal Kolaka yang berkiprah di tingkat nasional. Selain menjabat sebagai Anggota BPK RI periode 2022–2027, ia juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra.
Kabar duka ini turut menyita perhatian masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya warga Kolaka yang mengenal almarhum sebagai salah satu tokoh daerah berpengaruh di tingkat nasional.









