Kolaka – Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan sejumlah anak sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Bombana. Dalam video tersebut, anak-anak terlihat harus menyeberangi sungai demi bisa pergi ke sekolah, dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi.
Peristiwa itu terjadi di perbatasan Desa Mataosu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, dan Desa Kolombi, Kecamatan Mataosu, Kabupaten Bombana. Sungai yang menjadi pemisah kedua wilayah tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses bagi warga, termasuk para pelajar.
Menanggapi kondisi tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bergerak cepat dengan menurunkan tim teknis untuk melakukan kajian pembangunan jembatan di lokasi tersebut.
Tim dari Korem 143 Halu Oleo bersama Kodim 1412 Kolaka telah melakukan peninjauan langsung di lapangan. Dari hasil kajian sementara, direncanakan pembangunan jembatan penghubung dengan panjang sekitar 35 meter.
Namun demikian, Kepala Seksi Teritorial Korem 143 Halu Oleo, Kolonel Infanteri Muhammad Jafar, menyampaikan bahwa untuk menjamin keamanan dan kekuatan struktur, bentangan jembatan diperkirakan mencapai sekitar 45 meter, termasuk penempatan tiang dari tepi ke tepi sungai.
Kondisi sungai yang cukup ekstrem menjadi salah satu alasan utama percepatan rencana pembangunan. Pada musim kemarau, sungai masih dapat dilintasi, namun saat musim hujan kedalaman air bisa mencapai hingga empat meter, sehingga sangat berbahaya bagi warga yang menyeberang.
Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kolaka dan Bombana. Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah yang selama ini harus mempertaruhkan nyawa demi menuntut ilmu.









