POMALAA – Pertanian dan industri tidak harus saling meniadakan. Hal itu terlihat dari Program Kemitraan Pertanian PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), lewat lahan pertanian binaan di Desa Lalonggolosua.
Lahan demplot seluas 10.000 m² itu dikelola Kelompok Tani Agro Tani Milenial untuk tanaman hortikultura sayuran. Di lokasi yang sama juga terdapat Kebun Demplot BUMDes Lalong Mandiri Desa Lalonggolosua. Dalam kunjungan ke lahan, rombongan meninjau bedengan sayuran, sistem penyiraman, area pembibitan, hingga peralatan pertanian yang digunakan petani.
Semangat petani menjadi pesan utama dari kegiatan ini. Bagi petani, kepastian pasar sama pentingnya dengan pendampingan budidaya. Jika hasil panen benar-benar siap ditampung, petani akan semakin berani menanam, merawat tanaman, dan memperluas produksinya — karena kerja mereka punya tujuan yang jelas, bukan sekadar panen lalu bingung menjual.
“Harapan petani sederhana: bertani dengan tenang, karena ada yang menampung hasil panennya,” demikian pesan yang mengemuka dari para petani binaan.
Program ini juga menjadi contoh bahwa pertanian bisa berjalan beriringan dengan industri. Di sekitar kawasan industri, lahan tetap hijau dan produktif, petani tetap bekerja di tanahnya, sementara perusahaan hadir lewat pembinaan, bukan menggantikan peran petani. Kemitraan semacam ini menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Selain Lalonggolosua, papan mitra binaan PT IPIP juga menampilkan sejumlah desa lain, antara lain Desa Pewutaa, Desa Bende, dan Desa Puubunga.
PT IPIP berharap program kemitraan pertanian ini terus berkembang, dari demplot percontohan menjadi praktik bertani yang berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi petani.









