KOLAKA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan hutan dekat Gunung Baula, Desa Puulemo, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dilaporkan semakin meluas. Kebakaran yang mulai membesar pada Selasa malam (20/10/2026) tersebut masih menjadi perhatian hingga Kamis (22/10/2026).

Petugas pemadam kebakaran dan kehutanan terus bersiaga untuk melakukan penanganan. Namun, kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman api di kawasan tersebut.

Sulitnya akses menuju titik kebakaran membuat proses penanganan di lapangan menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, petugas tetap berupaya melakukan penanganan sesuai dengan kondisi medan yang dihadapi.

Meluasnya kebakaran tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan di kawasan hutan. Jika api terus menjalar, kerusakan vegetasi dan ekosistem di sekitarnya berpotensi semakin besar, terutama apabila kondisi cuaca dan vegetasi mendukung penyebaran api.

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Baula dan wilayah lainnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

Penanganan karhutla membutuhkan dukungan dan kewaspadaan berbagai pihak agar penyebaran api dapat dikendalikan serta dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai luas kawasan yang terbakar maupun penyebab kebakaran tersebut.

Iklan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *