KOLAKA – Kisah perjuangan seorang ayah tunggal asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyentuh hati warganet setelah videonya viral di TikTok melalui akun Om Maxim dan berbagai platform media sosial.

Sosok tersebut adalah Tri Rama Dandi (26), seorang pengemudi ojek online yang berjuang membesarkan putranya, Muhammad Al-Faizih (1 tahun 7 bulan), seorang diri.

Di tengah keterbatasan, Tri Rama terpaksa meninggalkan sang anak sendirian di kamar kos setiap kali menerima pesanan dengan jarak dekat. Keputusan itu diambil karena ia tidak memiliki pengasuh maupun tempat penitipan anak.

Untuk memastikan keselamatan buah hatinya, Tri Rama memasang kamera CCTV di dalam kamar yang terhubung langsung ke telepon genggamnya. Melalui perangkat tersebut, ia dapat memantau kondisi Al-Faizih selama dirinya bekerja di luar.

Kisah tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh akun Om Maxim. Salah satu video yang memperlihatkan keseharian mereka telah ditonton lebih dari 5 juta kali, memperoleh lebih dari 300 ribu tanda suka, serta dibanjiri sekitar 19 ribu komentar dari warganet.

Dalam rekaman CCTV yang terekam pada 23 Juli 2026, Al-Faizih tampak mengintip dari celah bawah pintu kamar seolah menanti kepulangan ayahnya. Balita itu juga terlihat meminum susu sambil menunggu. Momen sederhana namun penuh makna tersebut membuat banyak pengguna media sosial tersentuh.

Kolom komentar pun dipenuhi doa dan dukungan bagi perjuangan Tri Rama yang berusaha menjalankan peran sebagai ayah sekaligus pencari nafkah.

Dalam kesehariannya, Tri Rama selalu berupaya kembali ke kamar kos setiap kali menyelesaikan satu pesanan. Namun, apabila menerima order dengan jarak yang cukup jauh, ia memilih membawa putranya ikut menggunakan sepeda motor agar tidak ditinggalkan sendirian terlalu lama.

Perjuangan Tri Rama dalam membesarkan putranya seorang diri di tengah tuntutan mencari nafkah terus menuai simpati masyarakat. Banyak warganet berharap ayah dan anak tersebut senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *