Kapolres Kolaka Beserta Jajaran Kunjungi Korban Pembusuran di Dawi-Dawi

Kolaka – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kolaka, AKBP Resza Ramadianshah bersama Kapolsek Pomalaa melakukan kunjungan ke rumah korban pembusuran di Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa, Senin (7/11/2022) pagi.

Anca Ardianto merupakan korban yang terkena busur pada bagian punggung akibat bentrok yang terjadi antara dua kelompok di Dawi-Dawi pada Minggu (6/11) dini hari.

Kapolres Kolaka, AKBP Resza Ramadianshah saat bertemu Anca Ardianto, korban pembusuran di Kelurahan Dawi-Dawi.

Sebelum kunjungan korban tersebut, Kapolres Kolaka serta jajarannya mengadakan pertemuan di Mako Polsek Pomalaa dalam rangka memediasi kedua kelompok yang sebelumnya bertikai.

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Lurah Dawi-Dawi, Babinsa, tokoh masyarakat serta perwakilan dua kelompok yang bertikai.

Kapolres Kolaka bersama beberapa pihak terkait menggelar pertemuan dengan perwakilan dua kelompok yang bertikai di Pomalaa. Senin (7/11/2022).

Kapolres Kolaka, AKBP Resza Ramadianshah menerangkan bahwa dalam kegiatan tersebut membahas mengenai penanganan permasalahan pertikaian antara dua kelompok yang terjadi beberapa waktu lalu itu.

“Ada beberapa kesepakatan dalam pertemuan tersebut, diantaranya pihak kepolisian tetap melakukan Patroli Rutin disekitar TKP untuk Mencegah Hal – Hal yang tidak diingikan. Lalu, pembentukan FKPM, pendirian dan pengaktifan kembali pos ronda di sekitar Jalan Cakalang,” terangnya.

Kemudian, kata dia, pemberian Ijin keramaian pesta pernikahan dan sejenisnya dibatasi hanya hingga pukul 22.00 Wita.

“Kepolisian juga akan melakukan penertiban penjualan miras tradisional dan miras lainnya yang ada di Wilayah Kecamatan Pomalaa,” ujarnya.

Kapolres Kolaka juga menegaskan bahwa kasus yang telah terjadi sudah ditangani oleh kepolisian, sehingga masyarakat diminta untuk memercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak pihak yang berwenang.

“Pelaku saat ini masih dalam pencarian. Namun itu, kami akan tetap membuka ruang untuk dilakukannnya mediasi terkait kasus tersebut apabila kedua belah pihak menyetujui,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *