Gelapkan Uang Ratusan Juta, Pelaku Arisan Bodong di Pomalaa Diamankan Polisi

Kolaka – Unit Reskrim Kepolsian Sektor (Polsek) Pomalaa mengamankan seorang Wanita berinisial PS (29) alias S atas kasus penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan.

Kapolsek Pomalaa, Taufik Frida Mustofa melalui Kanit Reskrim Poksek Pomalaa, Bripka Asriadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap tersangka sejak 17 Oktober 2022 lalu.

“Iya, tersangka sudah kita amankan dan kita lakukan penahanan sejak Senin (17/10) lalu,” kata Kanit Reskrim Polsek Pomalaa, Bripka Asriadi saat ditemui diruang kerjanya.

Berdasarakan keterangan tersangka, Bripka Asriadi menyebutkan bahwa sekitar 70 orang telah bergabung pada arisan tersebut. Namun, hingga saat ini pihaknya hanya menerima laporan dari dua orang korban saja.

“Kami menerima laporan dari dua orang korban Devian dan Selvi, yang dirugikan masing-masing Rp110 Juta dan Rp163 Juta,” jelasnya.

Lanjut ia, pelaku awalnya menggunakan sosial media Facebook dan Whatsapp untuk menggait korbannya bergabung pada arisan bodong tersebut.

“Pelaku ini membuat postingan di facebook dan whatsapp untuk menggait para korban dengan menjanjikan para korbannya keuntungan yang besar,” lanjutnya.

Selain itu, tersangka juga membuat daftar anggota palsu demi meyakinkan para korbannya untuk bergabung.

“Ada listnya yang dibuat-buat sendiri oleh dia (pelaku), agar korban yakin dan mau bergabung pada arisan tersebut,” ungkapnya.

Setelah beberapa bulan berjalan, para korban tidak mendapat kejelasan dari tersangka mengenai dana yang telah disetorkan.

“Arisan ini macet, kemudian para korban tidak mendapat kejelasan mengenai arisan tersebut oleh pelaku,” katanya.

Sebelumnya, Asriadi mengaku pihaknya sudah berupaya mendamaikan namun dengan syarat tersangka mampu mengembalikan uang para member yang menjadi korban. Namun syarat itu tidak bisa dipenuhi oleh PS.

“Sudah kami coba mediasi, tetapi kata dia (pelaku) uangnya sudah tidak ada untuk kembalikan, uangnya sudah dihabiskan untuk kepentingan pribadinya. Sehingga ia tidak menggantikan,” jelasnya.

Oleh itu, Tersangka diketahui dijerat pasal penipuan dan penggelapan sesuai pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Asriadi juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi dalam memilih atau mengikuti arisan. Agar terhidar dari aksi penipuan dan penggelapan uang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati lagi. Jangan hanya teriming-iming dengan janji arisan yang menguntungkan sehingga mau ikut-ikut,” pungkasnya.